“Nanti lahan TPA Galuga dan sekitarnya bisa menjadi lahan produktif, investasi akan masuk dan masyarakat Bogor Barat akan menikmatinya, namun ini butuh kerja keras kita bersama dan beriringan,” ujar Rudy.
Investasi Pengolahan Sampah
Untuk mendukung perubahan tersebut, PT Weiming Nusantara Bogor New Energy akan membangun fasilitas PSEL di kawasan Galuga. Investasi proyek ini diperkirakan mencapai 160 juta dolar AS atau sekitar Rp2,5 triliun.
Selain fasilitas penghasil energi listrik, Pemkab Bogor juga menggandeng TNI untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis.
Fasilitas tersebut dirancang mengolah sampah menjadi bahan baku minyak, termasuk BBM jenis solar, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp600 miliar.
Teknologi pengolahan ini diharapkan turut menekan dampak keberadaan timbunan sampah terhadap lingkungan, termasuk pencemaran udara, tanah, dan air.
Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Baru
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Teuku Mulya melihat perubahan kawasan Galuga dalam jangka panjang tidak berhenti pada persoalan pengelolaan sampah.
Berdasarkan perencanaan kota, kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya berpeluang berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi baru dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
Ia menyebut kawasan itu berpotensi menjadi Central Business District (CBD). Perubahan fungsi kawasan juga dinilai dapat berdampak terhadap nilai ekonomi lahan yang saat ini kurang diminati karena persoalan polusi.





