Rudi mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam penggunaan kendaraan ke depan. Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang harus dihadapi DLH dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami lakukan pendataan dan pemetaan. Saya baru dua bulan sudah berhadapan abu vulkanik, kebakaran TPA Galuga, jadi kami akan berikan layanan optimal,” jelasnya.
Di tengah kebutuhan armada yang masih harus diperkuat, Pemkot Bogor sebenarnya telah menambah dua truk sampah pada 2026. Kedua kendaraan tersebut berasal dari APBD Kota Bogor.
Dua truk itu diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Bogor di Kantor DLH.
Menurut Denny, penambahan armada akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Tahun ini kita realisasikan dua truk. Tahun depan juga akan terus dilakukan pengadaan armada pengangkut sampah,” ujarnya.
Dua Lokasi Disiapkan untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Tak hanya mengandalkan penambahan armada, Pemkot Bogor juga menyiapkan strategi lain untuk menangani persoalan sampah, salah satunya melalui program PSEL.
Saat ini, dua lokasi telah disiapkan untuk rencana pengolahan sampah dengan kapasitas hingga 1.000 ton per hari. Kedua lokasi tersebut berada di Galuga dan Kayumanis.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan di kawasan perkotaan.





