Di sektor pelayanan publik, Pemkot Bogor juga mendorong peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, digitalisasi pelayanan administrasi terus diperluas agar masyarakat mendapat layanan yang lebih cepat dan transparan.
Baca Juga: Disdik Kota Bogor Prioritaskan Siswa Miskin Ekstrem di Jalur Afirmasi SPMB 2026
Pada sektor ekonomi, pemerintah kota fokus memperkuat UMKM, pasar rakyat dan pariwisata berbasis budaya lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Sektor lingkungan hidup, berbagai program penghijauan, konservasi sumber daya alam, serta pengelolaan sampah terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan Kota Bogor,” jelasnya.
Dedie menegaskan, pembangunan Kota Bogor harus berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Pertumbuhan ekonomi, kata dia, tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan yang menjadi identitas kota hujan.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi karakter Kota Bogor di tengah persaingan perkotaan yang semakin dinamis.
“Kita juga harus menjaga serta memelihara budaya dan kearifan lokal sebagai akar identitas yang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” terangnya.
Dedie menambahkan, pembangunan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Partisipasi masyarakat dan dukungan dunia usaha dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.





