Bogor

Usaha di Kawasan Puncak Bogor Berguguran, Hotel dan Rumah Makan Tak Kuat Hadapi Sepinya Pengunjung

×

Usaha di Kawasan Puncak Bogor Berguguran, Hotel dan Rumah Makan Tak Kuat Hadapi Sepinya Pengunjung

Sebarkan artikel ini

Baca Juga: Kirab Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Rute Batutulis hingga Suryakencana Disiapkan

Ia menyebut persoalan tidak berhenti saat usaha tutup.

Sejumlah pelaku usaha juga masih dibayangi kewajiban membayar cicilan kepada pihak perbankan.

“Kondisi pengusaha di desa kami seperti itu. Banyak yang bangkrut, dan dampaknya warga kembali menganggur,” katanya.

Penurunan aktivitas usaha juga berdampak langsung terhadap pendapatan desa.

Menurunnya okupansi hotel dan restoran membuat penerimaan dari sektor pajak daerah ikut terkoreksi.

Cacu mengatakan bagi hasil pajak daerah dan retribusi yang diterima desa mengalami penurunan seiring lesunya sektor pariwisata di kawasan Puncak.

“Sepinya hotel dan restoran berdampak pada pajak. Bagi hasil pajak daerah dan retribusi yang diterima desa juga ikut menurun,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi ekonomi dan membantu pelaku usaha bertahan.

Menurutnya, sektor usaha wisata selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja masyarakat di kawasan Puncak.

Ketika usaha berhenti beroperasi, angka pengangguran warga ikut meningkat.

Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Juju Djunaedi, membenarkan kondisi tingkat hunian hotel terus mengalami penurunan sejak 2025.

Ia mengatakan sektor MICE atau Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions yang selama ini menjadi tulang punggung operasional hotel mengalami pemangkasan cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *