Saat ini fitur tersebut baru tersedia di iOS.
Baca Juga: 16 Angkot Tua di Kota Bogor Ditilang, Dishub Semprot Tanda X dan Nyatakan Tak Laik Jalan
Namun, laporan TechCrunch menyebut X sedang membangun ulang aplikasi Android sehingga editor video serupa diperkirakan juga akan hadir di platform tersebut.
Peluncuran editor video melanjutkan langkah X yang belakangan semakin agresif memperkuat layanan video.
Sebelumnya, perusahaan sudah memperkenalkan fitur video reactions dan menyiapkan dana sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp18 miliar untuk program insentif kreator yang rutin melakukan siaran langsung.
Arah kebijakan itu sebenarnya sudah terlihat sejak April 2026.
Saat itu, Bier mengungkapkan bahwa X mulai mengurangi jangkauan unggahan yang hanya berupa repost atau konten yang berasal dari platform lain.
Ia bahkan menyarankan pengguna merekam video sendiri dengan narasi asli agar peluang distribusinya lebih besar.
Selain memperkuat persaingan dengan platform video, strategi ini dinilai dapat memberikan keuntungan lain bagi X.
Semakin banyak video orisinal yang diunggah pengguna, semakin besar pula data publik yang tersedia untuk mendukung pengembangan Grok, chatbot AI milik xAI yang dilatih menggunakan konten di platform tersebut.



