BPBD menjelaskan, kekeringan dipicu oleh penurunan curah hujan yang terjadi cukup drastis akibat anomali iklim.
Kondisi tersebut membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga cadangan air tanah terus menyusut.
Akibatnya, hampir seluruh sumur milik warga di Kampung Cibedug Mayak dan Kampung Cibedug Raden tidak lagi menghasilkan air.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Bogor Bongkar 103 Bangunan Liar di Ciseeng, 11 Terpaksa Diratakan Alat Berat
Sebelum bantuan datang, warga terpaksa mengambil air dari aliran Sungai Cikeas untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
“Hampir semua sumur warga sudah kering. Sebelum bantuan tiba, warga terpaksa mencari air ke aliran Sungai Cikeas untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” ujar Adam.
Meski bantuan air bersih sudah disalurkan, kebutuhan air bagi warga diperkirakan masih akan terus meningkat selama musim kemarau berlangsung.
Karena itu, distribusi air bersih kemungkinan dilakukan secara berkala apabila kondisi kekeringan belum berakhir.
BPBD Kabupaten Bogor memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kekeringan serta menyiapkan langkah penanganan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.




