Rangkaian FMP ke-11 berlangsung sejak pagi hingga sore.
Selain kirab, kegiatan lain seperti pengibaran dan penurunan bendera juga melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dedie menyebut FMP merupakan warisan dari para tokoh Bogor yang sejak awal memiliki perhatian terhadap penanaman nilai kebangsaan.
Karena itu, ia berharap tradisi tersebut tidak berhenti pada satu generasi saja.
“Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus yang harus kita wariskan nilai-nilai kebangsaan ini,” tambah Dedie.
Kirab lima bendera sepanjang 500 meter akhirnya menjadi gambaran paling jelas dari kemeriahan FMP tahun ini.
Ribuan orang bergerak bersama, sementara warga lainnya menyaksikan dari sepanjang jalan.
Bagi Kota Bogor, kegiatan tersebut bukan hanya soal membentangkan bendera dalam ukuran besar.
Ada semangat kebersamaan yang ingin terus dipertahankan setiap kali bulan kemerdekaan tiba.





