BeritaInfo Gaya Hidup

6 Kalimat yang Bisa Jadi Red Flag Saat Wawancara Kerja, Nomor 4 Sering Dianggap Aman

×

6 Kalimat yang Bisa Jadi Red Flag Saat Wawancara Kerja, Nomor 4 Sering Dianggap Aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Pexels)

Karena itu, keluhan sepihak mengenai mantan manajer dapat membuat kandidat dinilai kurang mampu bekerja sama atau tidak cukup reflektif terhadap masalah yang pernah dihadapi.

Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Bogor Dukung Bapenda Kejar Penunggak Pajak

Alih-alih mengatakan betapa buruknya atasan atau perusahaan lama, kandidat dapat menjelaskan alasan mencari pekerjaan baru dari sisi pengembangan karier.

Pengalaman dan pencapaian di perusahaan sebelumnya tetap dapat disampaikan, tetapi pembahasannya diarahkan pada keterampilan yang ingin dikembangkan serta tantangan baru yang ingin dihadapi.

2. Terlalu sering mengatakan “um”, “uh”, atau “ah”

Tidak ada kandidat yang dituntut berbicara seperti membaca naskah. Rasa gugup dalam wawancara merupakan hal yang wajar.

Masalahnya muncul ketika kata pengisi seperti “um”, “uh”, “ah”, atau “oh” keluar terlalu sering hingga mengganggu alur jawaban.

Menurut Petsinis, kebiasaan tersebut dapat membuat pewawancara menangkap kesan bahwa kandidat kurang siap atau tidak yakin dengan jawabannya.

Cara menguranginya bukan dengan menghafalkan seluruh jawaban, melainkan memperbanyak latihan berbicara.

Kandidat bisa mencoba menjawab pertanyaan interview dengan suara lantang, merekam diri sendiri, atau melakukan simulasi bersama teman, mentor, maupun konsultan karier.

Dari sana, bagian yang terdengar berulang atau tidak jelas dapat dievaluasi sebelum wawancara sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *