Gejalanya antara lain sering lupa meletakkan barang, lupa tujuan saat memasuki ruangan, atau kesulitan mengingat jadwal kegiatan sehari hari.
6. Tugas Sederhana Terasa Sangat Berat
Pekerjaan yang biasanya mudah diselesaikan mendadak terasa melelahkan.
Otak yang kehabisan energi menjadi sulit memulai aktivitas baru.
Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa kewalahan dan cenderung menunda pekerjaan karena merasa tidak sanggup menyelesaikannya.
7. Otot Terasa Lebih Lemah
Kelemahan otot menjadi gejala yang sering tidak disadari.
Aktivitas fisik terasa lebih berat karena tubuh mengalami kelelahan berkepanjangan.
Keluhan ini umumnya dirasakan pada otot paha, pinggul, dan lengan sehingga aktivitas sehari hari menjadi lebih sulit dilakukan.
8. Lemak Menumpuk di Area Perut
Kortisol tinggi diketahui berkaitan dengan penumpukan lemak visceral di bagian tengah tubuh.
Akibatnya, lingkar perut bertambah sementara perubahan pada lengan atau kaki tidak terlalu terlihat.
Lemak di area perut akibat faktor hormonal juga cenderung lebih sulit dikurangi apabila tingkat stres belum berhasil dikendalikan.
9. Wajah Tampak Lebih Bulat dan Bengkak
Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat membuat wajah terlihat lebih penuh atau membulat.
Perubahan biasanya tampak pada area pipi, rahang, hingga bawah mata.
Kondisi ini terjadi karena kortisol memengaruhi retensi cairan sekaligus mendorong penyimpanan lemak pada jaringan lunak wajah.





