INFOLADISHA – Kenaikan harga oli kendaraan di sejumlah daerah membuat konsumen harus lebih cermat saat memilih pelumas.
Pasalnya, selisih harga yang semakin lebar dapat dimanfaatkan oleh peredaran oli palsu yang ditawarkan jauh lebih murah dari produk di pasaran.
Konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada harga ketika membeli oli.
Kondisi kemasan, kode produksi, karakteristik pelumas, hingga tempat pembelian perlu diperiksa sebelum produk digunakan pada kendaraan.
Kenaikan harga oli sendiri dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Baca Juga: Tidak Harus Dihindari, Ini Waktu yang Lebih Tepat untuk Menikmati Makanan Manis
Pemilik bengkel dan pelaku usaha suku cadang menyebut biaya produksi yang meningkat menjadi salah satu penyebab penyesuaian harga.
Biaya bahan baku seperti base oil dan aditif ikut mengalami kenaikan.
Penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya biaya distribusi dan logistik juga turut menambah beban produksi.
Harga minyak mentah dunia menjadi faktor lain yang berdampak pada industri pelumas.
Sebagian besar bahan baku oli berasal dari hasil pengolahan minyak bumi.
Ketika harga minyak mentah dan biaya impor meningkat, biaya produksi pelumas ikut terdorong.
Baca Juga: Ada Indikasi Dugaan Pemerasan, Tetangga Prabowo Laporkan Sentul City ke Polda Jabar
Jangan tergiur oli dengan harga terlalu murah





