INFOLADISHA – Sebanyak 110 siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang diduga akibat keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026).
Hingga Rabu malam, para siswa tersebut tercatat telah dibawa ke Rumah Sakit Goenawan Partowidigdo Cisarua.
Meski jumlah korban mencapai lebih dari 100 orang, sebagian besar dilaporkan berangsur pulih dan sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Kasus ini berujung pada penghentian sementara operasional dapur penyedia MBG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyatakan, pihaknya menjatuhkan sanksi suspend kategori sedang kepada SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01.
Baca Juga: Pemkot Bogor Tertibkan 15 Tiang Reklame di Jalur SSA, Kawasan Ini Menyusul
Dapur tersebut tidak diperkenankan beroperasi selama 20 hari ke depan, terhitung mulai Rabu (21/10/2026).
“Mulai per hari ini sampai 20 hari ke depan, dapurnya tidak akan beroperasional. Suspend kategori sedang 20 hari,” tegas Haidir.
Susu UHT Diduga Jadi Penyebab
Dugaan sementara mengarah pada susu UHT yang dibagikan sebagai bagian dari menu MBG.
Namun, penyebab pasti munculnya gejala keracunan pada puluhan siswa tersebut belum dapat dipastikan.
Haidir mengatakan, pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari program MBG untuk memastikan sumber masalah.







Respon (1)