INFOLADISHA – Masalah pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali mencuat.
Air sungai yang menghitam dan mengeluarkan bau amis ditemukan membentang dari kawasan Korin, Kecamatan Klapanunggal, hingga Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, pada Senin (19/10/2026).
Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) memperkirakan panjang aliran yang terdampak mencapai 13 kilometer.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ke sungai.
Ketua KP2C, Puarman, awalnya melihat perubahan warna air saat berada di Bojongkulur sekitar pukul 09.30–10.00 WIB.
Baca Juga: BGN Nonaktifkan Dua Pejabat MBG Usai Kasus Dugaan Penganiayaan di Bogor
Ia kemudian menyusuri sungai ke arah Jembatan Cikuda hingga kawasan di bawah Korin.
Sepanjang penelusuran itu, air sungai terlihat hitam pekat dan mengeluarkan bau amis.
Debit air juga cukup deras, padahal beberapa hari sebelumnya tidak ada hujan di wilayah tersebut.
“Airnya berwarna hitam, berbau amis, dan debitnya kencang,” kata Puarman.
Ia menduga ada pembuangan limbah dalam jumlah besar.
Meski begitu, sumber pencemaran maupun jenis limbah yang masuk ke sungai belum bisa dipastikan.
Baca Juga: Mulai 2027, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Beralih ke Sistem Digital Terintegrasi
Puarman memperkirakan aliran hitam tersebut membentang sekitar 5 kilometer dari kawasan Korin ke Jembatan Cikuda, lalu berlanjut sekitar 8 kilometer hingga Bojongkulur.






