Namun, alergi yang muncul saat dewasa, termasuk alergi saluran pernapasan maupun alergi obat, umumnya bertahan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 6 Kursi Eselon II Pemkab Bogor Diperebutkan, Rekam Jejak ASN Jadi Penentu
Keparahan gejala juga berbeda-beda pada setiap orang.
Ada yang hanya mengalami keluhan ringan saat terpapar alergen, tetapi ada pula yang mengalami reaksi lebih berat sehingga membutuhkan penanganan medis.
Untuk mengurangi gejala, dokter biasanya akan memberikan pengobatan sesuai jenis alergi yang dialami.
Antihistamin sering digunakan untuk meredakan gatal, bersin, hidung berair, dan biduran.
Sementara itu, kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan, sedangkan dekongestan digunakan untuk melegakan hidung yang tersumbat.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan imunoterapi.
Terapi ini dilakukan dengan memberikan paparan alergen secara bertahap dalam dosis kecil agar tubuh menjadi lebih toleran.
Meski tidak membuat alergi hilang sepenuhnya, imunoterapi terbukti dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen sehingga gejala yang muncul menjadi lebih ringan pada sebagian pasien.
Selain pengobatan, mengenali dan menghindari pemicu alergi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kekambuhan.
Misalnya, penderita alergi debu dianjurkan rutin membersihkan rumah, mencuci seprai dan sarung bantal, serta menjaga sirkulasi udara tetap baik.




