INFOLADISHA – Kondisi armada pemadam kebakaran di Kota Bogor mulai jadi pekerjaan rumah serius.
Sejumlah kendaraan operasional dan unit penyelamatan disebut sudah menua, sementara kemampuan anggaran daerah belum cukup untuk melakukan pembaruan besar dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota Bogor kini menyiapkan skema pendanaan alternatif.
Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga DKI Jakarta masuk dalam opsi yang sedang dijajaki agar layanan pemadam dan penyelamatan tidak terganggu.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan tekanan anggaran daerah saat ini cukup terasa setelah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Baca Juga: 16 Mahasiswa IPB Diskorsing Usai Kasus Pelecehan di Grup Tertutup Terungkap
Karena itu, pembelian armada baru tidak mudah dilakukan hanya mengandalkan APBD.
Tradisi lama negeri ini, kebutuhan mendesak datang lebih cepat daripada uangnya.
“Unit-unit kendaraan rescue dan penunjang ini perlu mendapatkan perhatian. Di tengah kondisi sulitnya anggaran karena pemotongan transfer daerah, kita memang harus mencari alternatif,” kata Dedie, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, Pemkot akan aktif mengajukan permohonan hibah maupun bantuan keuangan kepada pemerintah daerah lain yang memungkinkan memberi dukungan.
“Nanti saya akan mencoba mengajukan permohonan bantuan dari Provinsi Jawa Barat maupun dari DKI Jakarta. Mudah-mudahan apapun yang harus kita laksanakan untuk bisa memperbaiki sarana prasarana pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Bogor ini bisa terealisasi,” ujarnya.





