Jumat,5 Desember 2025
Pukul: 13:07 WIB

Awas! Ini Bahaya Jarang Ganti Oli Shock Motor, Jangan Disepelekan!

Awas! Ini Bahaya Jarang Ganti Oli Shock Motor, Jangan Disepelekan!

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

Tanpa pelumas yang memadai, daya redam suspensi menurun drastis. Motor jadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat harus bermanuver cepat atau melintasi tikungan.

Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi jika terjadi saat melaju dengan kecepatan tinggi.

3. Rem Bisa Terganggu, Risiko Kecelakaan Meningkat

Ini yang paling gawat: oli shock yang bocor bisa merembes ke bagian rem. Bila cakram atau kampas rem terkena oli, daya cengkeramnya bisa berkurang drastis.

Dalam kondisi darurat, rem bisa saja tak berfungsi optimal, dan itu bisa jadi mimpi buruk di jalan raya.

Kapan Waktu yang Tepat Ganti Oli Shock?

Idealnya, oli shock diganti setiap 10.000 hingga 15.000 kilometer, atau sesuai anjuran pabrikan motor Anda.

Volume yang dibutuhkan biasanya berkisar antara 100 hingga 150 ml per tabung, tergantung jenis dan tipe motor.

Jangan lupa, gunakan oli shock yang sesuai spesifikasi agar hasilnya maksimal.

Bisa Ganti Sendiri? Bisa Banget!

Buat yang hobi otak-atik motor, mengganti oli shock sendiri di rumah bukan hal mustahil. Ikuti langkah berikut:

1. Siapkan Posisi Motor yang Stabil

Gunakan standar tengah atau paddock stand agar motor tidak mudah goyang. Lepas roda depan agar akses ke shockbreaker lebih mudah.

2. Lepas Shock dan Kuras Oli Lama

Buka baut pengunci shock, keluarkan tabung, dan buang oli lama sampai benar-benar bersih.

3. Isi Oli Baru Sesuai Takaran

Gunakan corong agar tidak tumpah, lalu tuangkan oli baru sesuai volume yang disarankan.

4. Pasang Kembali dan Tes

Kencangkan semua baut, pasang kembali roda depan, dan lakukan uji coba. Pastikan tidak ada kebocoran dan suspensi kembali empuk.

Related Posts

Add New Playlist