Bunga memaparkan, KKNT Keamanan Pangan merupakan program kolaborasi IPB University dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menempatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan kader keamanan pangan di tingkat desa.
Gempar Waru sendiri lanjut dia, merupakan penutup rangkaian program KKNT Keamanan Pangan bertajuk lengkap “Gerakan Edukasi dan Pendampingan Partisipatif dalam Peningkatan Keamanan Pangan bagi UMKM dan Masyarakat Desa Tegal Waru” yang berjalan sejak awal Juli 2026.
Dalam kegiatannya, masih kata Bunga, para mahasiswa melakukan pendampingan para pelaku UMKM pangan, penerapan cara produksi yang baik hingga siap memperoleh izin edar, sekaligus mengedukasi masyarakat.
Baca Juga : Bukan Lagi Cuma Lansia, Kanker Kini Makin Banyak Menyerang Usia 20–40 Tahun
“Sebelumnya, tim mahasiswa telah menjalankan pendampingan legalitas dan keamanan produksi bagi pelaku UMKM pangan setempat, mencakup bimbingan teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) serta pendampingan pengurusan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT),” papar Bunga.
Lebih lanjut Bunga menyampaikan, tim juga membentuk Kader Keamanan Pangan Desa yang beranggotakan perwakilan PKK, kader Posyandu, kelompok tani, dan Karang Taruna.
“Kelompok kader inilah yang diharapkan meneruskan edukasi keamanan pangan di desa setelah masa KKN-T berakhir,” katanya.





