Baca Juga: Pajak Air Tanah Kabupaten Bogor Naik 120 Persen, Pengusaha Kecil Mulai Hitung Ulang Nasib Usaha
Habib Bahar juga meminta massa tidak mencopot spanduk aspirasi yang dipasang di pagar perusahaan. Ia menyebut spanduk tersebut sebagai simbol penyegelan oleh masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Bogor.
Menurut dia, apabila perusahaan tetap beroperasi setelah batas waktu yang diberikan, dirinya siap mempertanggungjawabkan tindakan yang disebutkannya tersebut kepada aparat penegak hukum.
Aksi di Citeureup itu disebut berkaitan dengan polemik acara musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial potongan informasi mengenai tantangan meminum khamr yang dikaitkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dalam acara tersebut.
Materi tersebut menjadi sorotan dan kemudian turut memicu aksi penolakan terhadap produksi minuman keras di kawasan Bogor.
Hingga aksi berlangsung, tuntutan utama massa tetap mengarah pada penghentian total produksi minuman keras di PT Intitirta Sarimakmur.





