Bogor

Dishub Kota Bogor Nonaktifkan 2 Halte Biskita K2 Usai Protes Sopir Angkot, Ini Alasannya

×

Dishub Kota Bogor Nonaktifkan 2 Halte Biskita K2 Usai Protes Sopir Angkot, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

Perwakilan sopir angkot trayek 21, Tono, mengatakan kondisi di lapangan berubah signifikan sejak halte baru mulai beroperasi.

Jika sebelumnya angkot masih dapat mengangkut penumpang dalam jumlah cukup, kini dari pagi hingga siang mereka hanya memperoleh empat sampai lima penumpang.

Baca Juga: Festival Flona Perdana Hadir di Kota Bogor, Pameran Tanaman hingga Satwa Curi Perhatian Warga

Ia menyebut persaingan angkutan di jalur Ciawi memang sudah ketat dengan keberadaan angkutan dari Cicurug, Cisarua, dan Cibedug.

Kehadiran halte Biskita baru disebut semakin mengurangi jumlah penumpang angkot.

Selain meminta halte dinonaktifkan, para sopir juga mempersoalkan minimnya koordinasi sebelum fasilitas tersebut mulai diberlakukan.

Keluhan serupa disampaikan sopir lainnya, Aep. Ia mengaku pendapatannya turun hingga sekitar 50 persen.

Pada jam operasional pagi yang sebelumnya bisa menghasilkan lebih dari Rp100 ribu, kini terkadang hanya memperoleh Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.

Bahkan ada hari ketika tidak mendapatkan penumpang sama sekali meski kewajiban menyetor kepada pemilik kendaraan tetap berjalan.

Meski mengakomodasi sebagian tuntutan sopir, Dishub menegaskan layanan Biskita K2 tetap menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat.

Tingkat keterisian penumpang atau load factor koridor tersebut bahkan telah melampaui 100 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *