Google menjelaskan, administrator sekolah dapat mengatur akses Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search secara terpisah.
Baca Juga: Google Buka Alat Pendeteksi Konten AI untuk Umum, Foto hingga Audio Bisa Dicek
Artinya, sekolah tidak harus mengaktifkan seluruh layanan AI untuk memberikan akses kepada siswa.
Namun, integrasi AI yang semakin dalam dengan Google Search membuat kebijakan ini memiliki konsekuensi tersendiri.
Phillips mengatakan, sekolah yang melarang penggunaan perangkat AI berpotensi membuat siswanya kehilangan akses ke layanan pencarian Google.
“Jika sebuah sekolah melarang penggunaan perangkat AI, maka siswa tidak akan memiliki akses ke layanan Pencarian, dan mereka akan melihat pesan dari pihak sekolah yang menyatakan bahwa layanan tersebut tidak tersedia,” ujarnya kepada Engadget.
Dengan kata lain, sekolah yang tidak mengizinkan penggunaan AI bisa menghadapi pilihan sulit: membatasi akses Google Search atau mempertimbangkan mesin pencari alternatif.
Pembaruan aturan ini juga menjadi langkah mundur dari kebijakan Google sebelumnya.
Pada musim panas lalu, Google sempat mengaktifkan sejumlah fitur AI di platform pembelajaran Classroom secara otomatis.
Kebijakan tersebut menuai kritik dari kalangan pendidik karena dinilai mengurangi kendali sekolah terhadap penggunaan teknologi di ruang kelas.






