Fokus Pemkab Bogor adalah memastikan seluruh proses penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga berharap dinamika yang terjadi tidak menghambat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemkab, lanjut Rudy, tetap membutuhkan keterlibatan generasi muda melalui berbagai organisasi untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bogor.
“Kami menghormati dinamika yang terjadi di setiap organisasi, yang penting organisasi kepemudaan tetap aktif karena Kabupaten Bogor membutuhkan pemuda pemuda yang mampu berkontribusi membangun daerah bersama pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bogor menyampaikan dana hibah sebesar Rp2,1 miliar memang telah dialokasikan kepada salah satu kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bogor.
Kebijakan tersebut menjadi sorotan karena konflik kepengurusan KNPI Kabupaten Bogor hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.
Meski demikian, Pemkab Bogor menegaskan pencairan hibah tetap berpedoman pada ketentuan administrasi dan data organisasi yang telah lebih dahulu tercatat di Kesbangpol sebagai dasar pelaksanaan proses yang berkaitan dengan APBD.





