Bogor

Jalur Puncak Dipenuhi PKL Lagi, PHRI Kritik Penertiban Tanpa Tempat Relokasi

×

Jalur Puncak Dipenuhi PKL Lagi, PHRI Kritik Penertiban Tanpa Tempat Relokasi

Sebarkan artikel ini

“Apabila pemerintah daerah memang ingin menata kawasan Puncak dengan meniadakan PKL liar, maka para pedagang harus diberikan fasilitas yang representatif agar tetap dapat berusaha dengan tertib dan nyaman,” cetusnya.

PHRI Kabupaten Bogor mengusulkan pembangunan beberapa titik shelter wisata di sepanjang Jalur Puncak.

Baca Juga: Kasus Nikah Siri Naik di Kabupaten Bogor Sepanjang 2026, Pengadilan Agama Buka Suara

Shelter tersebut diharapkan dilengkapi fasilitas umum seperti toilet, mushola, hingga tempat istirahat bagi wisatawan.

Selain itu, konsep bangunan yang seragam dinilai dapat membuat kawasan Puncak terlihat lebih tertata dan menarik bagi pengunjung.

“Seperti dibuat shelter yang ada toilet, mushola, tempat istirahat, lalu penyeragaman bentuk bangunan, kan jadi bagus dan menarik. PHRI juga siap ditugaskan untuk mengelola,” tambah Boboy.

Ia mengaku sempat mendengar adanya rencana pembangunan fasilitas tersebut oleh Pemkab Bogor. Namun hingga kini belum ada realisasi yang terlihat di lapangan.

Menurutnya, selama pedagang belum mendapat tempat usaha yang representatif, penertiban hanya akan berujung aksi kejar kejaran antara petugas dan PKL.

“Kita tunggu saja nanti, karena kalau begini terus pasti tidak akan ada akhirnya. Selama PKL belum difasilitasi tempat yang representatif, pasti akan kucing kucingan terus,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *