“Suami tetap bekerja, tapi hasilnya tidak ada. Itu yang membuat saya merasa dirugikan,” ujarnya.
Desi juga menyebut korban tidak hanya satu orang. Sejumlah ASN lain diduga mengalami hal serupa dengan nilai pinjaman berbeda.
Ia berharap kasus ini segera dituntaskan karena berdampak langsung pada kondisi ekonomi keluarga, termasuk kebutuhan anak.
Kasus ini kini menjadi perhatian internal Pemkot Bogor, sekaligus membuka sorotan pada praktik pinjaman pribadi di kalangan ASN yang berpotensi menimbulkan risiko serius jika tidak diawasi.





