Mereka dijadwalkan mulai mengajar setelah menyelesaikan pelatihan selama tiga hari.
Selain membantu sekolah yang mengalami kekurangan guru, program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja sebagai pendidik.
“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik,” ujar Dedie.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Kesemutan, Bisa Jadi Itu Tanda Kelebihan Vitamin B6 dari Suplemen
Dukungan terhadap program ini juga datang dari perguruan tinggi yang menjadi mitra.
Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, menyatakan pihaknya siap mendukung penyebaran ilmu pengetahuan melalui pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif di sekolah.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa’diyah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan program pendidikan di kampus dan memberi kesempatan lebih panjang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung.
“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung dengan guru guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” kata Maemunah.





