Caranya bisa melalui kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor HP atau alamat email pemulihan yang sudah terdaftar. Dalam kondisi tertentu, sistem juga dapat meminta informasi tambahan.
Jika nomor telepon sudah tidak aktif atau email pemulihan tidak bisa dibuka, ikuti pilihan pemulihan alternatif yang tersedia.
3. Coba Login dari Perangkat yang Biasa Digunakan
Masih kesulitan memulihkan akun? Coba gunakan ponsel atau komputer yang selama ini biasa dipakai untuk membuka email tersebut.
Perangkat yang sudah dikenal sistem dapat membantu proses verifikasi kepemilikan akun. Meski begitu, cara ini tidak menjamin pemulihan berhasil karena keputusan tetap bergantung pada sistem keamanan penyedia email.
4. Buat Password Baru yang Sulit Ditebak
Jika verifikasi berhasil, pengguna akan mendapat kesempatan untuk mengganti kata sandi.
Jangan asal membuat password baru. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar lebih sulit ditebak.
Hindari memakai tanggal lahir, nama lengkap, atau informasi pribadi lain yang mudah diketahui orang. Sebaiknya, gunakan password berbeda untuk setiap akun agar risiko tidak merembet ke layanan digital lainnya.
5. Cek Apakah Ada Aktivitas Mencurigakan
Setelah berhasil masuk kembali, jangan langsung menutup halaman email. Luangkan waktu untuk memeriksa aktivitas login dan perangkat yang terhubung dengan akun.






