Info Otomotif

Oli Mesin Bisa Cepat Rusak Saat Cuaca Panas, Ini Tanda dan Risikonya

×

Oli Mesin Bisa Cepat Rusak Saat Cuaca Panas, Ini Tanda dan Risikonya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Pexels)

Baca Juga: Cuaca Makin Terik, Satu Komponen Ini Bisa Bikin AC Mobil Tak Dingin

Jika terjadi terus menerus, sisa pembakaran oli dapat menimbulkan kerak atau deposit kotoran di ruang bakar mesin.

Kotoran tersebut berpotensi menempel pada komponen penting seperti busi dan katup mesin.

Dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

Pembakaran mesin menjadi tidak sempurna, tarikan mobil terasa lebih berat, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga emisi gas buang ikut naik.

Kondisi itu juga bisa membuat kendaraan berisiko gagal saat menjalani uji emisi.

Penguapan oli sebenarnya masih tergolong normal selama dalam batas wajar.

Namun pemilik mobil tetap perlu waspada jika volume oli berkurang terlalu banyak dalam waktu singkat karena dapat memicu kerusakan mesin yang lebih serius.

Agar kondisi oli mesin tetap optimal selama cuaca panas, ada beberapa langkah sederhana yang sebaiknya dilakukan pemilik kendaraan.

Pertama, rutin memeriksa volume oli menggunakan dipstick terutama sebelum perjalanan jauh.

Pastikan posisi oli tidak berada di bawah batas minimum.

Kedua, jangan menunda jadwal penggantian oli meski mobil jarang digunakan.

Secara umum, oli mesin disarankan diganti setiap 6 bulan atau setelah menempuh jarak sekitar 10.000 kilometer tergantung pemakaian kendaraan.

Ketiga, periksa kondisi sistem pendingin mesin seperti radiator, kipas pendingin, dan cairan coolant agar suhu mesin tetap stabil saat digunakan di tengah cuaca panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *