Data Bertambah, Biaya Penyimpanan Bisa Ikut Naik
Semakin banyak pekerjaan yang melibatkan AI, semakin banyak pula data yang perlu dikelola perusahaan.
Baca Juga: Pesonas 2026 Jadi Jalan Atlet Kabupaten Bogor Memburu Tiket ke Kejuaraan Dunia di Cile
Dokumen, gambar, video, hingga hasil pemrosesan AI menambah beban sistem penyimpanan.
Masalahnya, menambah kapasitas penyimpanan saja belum tentu cukup.
Perusahaan juga perlu mengelola data agar tidak menumpuk secara berlebihan, mengurangi file duplikat, dan menjaga sistem tetap berjalan dengan baik.
Jika tidak dikelola dengan tepat, pertumbuhan data bisa berujung pada meningkatnya biaya operasional.
Selain persoalan penyimpanan, perusahaan juga perlu mewaspadai serangan ransomware. Serangan ini dapat mengunci akses ke data sehingga aktivitas bisnis terganggu.
Risikonya semakin besar jika data cadangan atau backup terhubung dengan jaringan utama. Ketika serangan menyebar, data yang seharusnya digunakan untuk memulihkan sistem juga bisa ikut terdampak.
Joshua Nathanael, Sales Manager Synology, mengingatkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya memiliki salinan data.
“Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan,” kata Joshua.
Karena itu, perusahaan perlu menyimpan salinan data di lokasi yang terpisah dan terlindungi.





