Proses pemulihan juga perlu diuji secara berkala agar perusahaan tidak baru mengetahui adanya masalah ketika serangan benar-benar terjadi.
AI Bisa Bantu Pekerjaan, tetapi Data Sensitif Tetap Harus Dijaga
Di sisi lain, AI menawarkan peluang untuk memangkas waktu pengerjaan berbagai tugas administratif. Mulai dari menyusun dokumen dan membuat presentasi hingga menerjemahkan materi serta mengolah spreadsheet.
Namun, pemanfaatannya di perusahaan masih memiliki ruang untuk berkembang.
Survei Synology mencatat lebih dari 80 persen perusahaan di Indonesia masih menghabiskan sedikitnya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.
Padahal, sejumlah pekerjaan tersebut bisa dibantu dengan teknologi AI sehingga karyawan memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas lainnya.
Meski begitu, perusahaan tetap perlu berhati-hati, terutama ketika menggunakan layanan AI eksternal.
Memasukkan dokumen internal atau informasi sensitif ke layanan tersebut tanpa aturan yang jelas dapat menimbulkan risiko keamanan data.
Untuk mengantisipasinya, perusahaan perlu menetapkan jenis data yang boleh diproses menggunakan AI, mengatur akses pengguna, serta memastikan informasi disimpan di tempat yang sesuai dengan kebijakan keamanan.
Penggunaan AI di dalam infrastruktur perusahaan sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kendali atas data.





