“Cukup banyak pengunjung luar kota yang datang ke Bogor dan Jambu Dua menjadi alternatif. Tinggal penambahan fasilitas yang harus dilengkapi karena ketika ramai tentu harus nyaman, harus menarik, dan ramah terhadap semua kalangan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jenal juga menyoroti masih adanya kios dan los yang telah disewa namun belum ditempati pemiliknya. Padahal, minat pedagang untuk berjualan di pasar tersebut terus bertambah.
Ia meminta pihak ketiga segera menetapkan batas waktu bagi penyewa yang belum memanfaatkan kiosnya.
Langkah itu dilakukan agar ruang usaha yang masih kosong dapat segera diisi pedagang lain yang sudah mengantre untuk berdagang di Pasar Jambu Dua.





