INFOLADISHA – Mengelola diabetes melitus tipe 2 bukan hanya soal memilih menu saat sarapan, makan siang, atau makan malam.
Banyak penyandang diabetes justru menghadapi tantangan ketika rasa lapar muncul di sela waktu makan, padahal kadar gula darah belum tentu rendah.
Kondisi tersebut dikenal sebagai fake hunger atau rasa lapar palsu.
Fenomena ini terjadi ketika tubuh mengirimkan sinyal lapar meski kadar gula darah masih tinggi.
Akibatnya, penderita diabetes lebih mudah tergoda untuk makan di luar jadwal sehingga pengendalian gula darah menjadi semakin sulit.
Baca Juga: Bukan Cuma Pegal, Kesemutan di Kaki Ternyata Bisa Jadi Tanda Rematik
Pada diabetes tipe 2, resistensi insulin membuat glukosa tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sel sebagai sumber energi.
Meski kadar gula dalam darah tinggi, sel tetap mengalami kekurangan energi.
Kondisi inilah yang membuat otak menerima sinyal seolah tubuh membutuhkan asupan makanan.
Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Diabetes Care dan Nature Reviews Endocrinology menunjukkan resistensi insulin dapat mengganggu sistem pengatur rasa kenyang dan keseimbangan energi di otak.
Dampaknya, sebagian penyandang diabetes menjadi lebih rentan mengalami rasa lapar dan makan secara berlebihan.
Kondisi tersebut memunculkan dua kebiasaan yang sama sama kurang ideal.





