Sebagian orang memilih terus mengonsumsi camilan di luar jadwal makan.
Baca Juga: Duduk Terlalu Lama Bikin Badan Pegal? Ini 7 Cara Sederhana untuk Meredakan Nyeri Saat Kerja
Sebagian lainnya justru menahan lapar terlalu lama hingga akhirnya makan dalam porsi besar ketika waktu makan tiba.
Keduanya berpotensi memicu fluktuasi gula darah yang lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, tantangan terbesar dalam pengelolaan diabetes tidak hanya terjadi saat makan utama.
Mengendalikan rasa lapar yang muncul di tengah aktivitas harian juga menjadi bagian penting agar kadar gula darah tetap stabil.
Pilihan makanan saat ngemil pun tidak bisa diabaikan.
Berbagai penelitian menunjukkan jenis camilan yang dikonsumsi berpengaruh terhadap respons gula darah.
Salah satu konsep yang banyak digunakan ialah glycemic load atau beban glikemik, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa besar pengaruh suatu makanan terhadap kenaikan kadar gula darah.
Penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa pola makan dengan beban glikemik rendah cenderung menghasilkan fluktuasi gula darah yang lebih stabil.
Pola tersebut juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan beban glikemik tinggi.
Seiring meningkatnya jumlah penyandang diabetes, sejumlah produsen pangan mulai mengembangkan camilan dengan pendekatan beban glikemik rendah.





