INFOLADISHA — Pemerintah Kota Bogor mulai mengubah cara menangani persoalan sampah.
Bukan hanya mengatur bagaimana sampah diangkut, tetapi juga mencari tahu berapa banyak sampah yang dihasilkan dan dari mana asalnya.
Langkah itu ditandai dengan soft launching aplikasi Sistem Rute Angkutan Sampah (Sirusa) yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Selasa (18/8/2026).
Aplikasi tersebut digunakan untuk mendata timbulan sampah dari hotel, restoran, dan kafe. Data yang terkumpul nantinya diharapkan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun pola pengangkutan sekaligus menghitung kebutuhan pengolahan sampah, termasuk untuk rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Bagi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, pendataan hanyalah salah satu bagian dari perubahan yang ingin didorong. Persoalan sampah, menurutnya, tidak seharusnya selalu berakhir di tangan pemerintah.
Baca Juga: Pajak Air Tanah Kabupaten Bogor Naik 120 Persen, Pengusaha Kecil Mulai Hitung Ulang Nasib Usaha
Hotel dan restoran diminta bereskan sampah dari hulu
Dedie menekankan pengelolaan sampah harus dimulai sejak berada di tempat usaha.
Hotel, restoran, kafe, maupun sumber sampah lainnya diminta tidak langsung menyerahkan seluruh hasil buangannya kepada pemerintah.
Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, misalnya, dapat dipilah dan dikelola terlebih dahulu oleh penghasilnya.





