Masalah muncul ketika jumlahnya meningkat sehingga tenggorokan terasa mengganjal atau tidak nyaman.
Dalam kondisi seperti ini, makanan dan minuman hanya berperan sebagai bagian dari upaya menjaga asupan dan kenyamanan tubuh. Langkah perlindungan dari abu vulkanik tetap menjadi hal yang utama.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat memperburuk kondisi seperti asma, bronkitis kronis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Karena itu, paparan sebaiknya dikurangi, masker yang sesuai digunakan, dan kebersihan saluran pernapasan tetap dijaga. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan yang dikeluarkan otoritas setempat selama terjadi erupsi gunung api.
Jika muncul sesak napas, nyeri dada, batuk berat, sulit bernapas, atau kondisi justru semakin memburuk setelah terpapar abu, jangan mengandalkan makanan sebagai penanganan. Segera cari pertolongan medis.






Respon (1)