Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena masih harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Ia juga menyebut praktik serupa dilakukan oleh banyak sopir angkot lainnya.
Chairil mengaku tidak menolak kebijakan penertiban angkot tua.
Meski demikian, ia meminta pemerintah menerapkan aturan secara merata di seluruh trayek dan tidak hanya menyasar jalur tertentu.
Selain itu, ia berharap program reduksi dan peremajaan armada segera memiliki kejelasan.
Menurutnya, para sopir membutuhkan kepastian mengenai kendaraan pengganti yang bisa digunakan setelah angkot lama dihentikan.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut jumlah angkot yang telah melewati batas usia teknis mencapai 1.780 unit.
Selama 20 hari setelah Peraturan Wali Kota mengenai batas usia teknis diberlakukan, sebanyak 213 armada telah dinonaktifkan.
Dedie meminta seluruh pemilik angkot tua segera menyerahkan dokumen administrasi.
Sementara itu, operasi penertiban di lapangan akan terus dilanjutkan terhadap armada yang masih membandel.
“Kalau yang masih bandel tentu kita akan terus lakukan operasi di lapangan dengan segala macam konsekuensinya,” kata Dedie.
Ia menargetkan penataan angkot tua rampung hingga akhir tahun.





