“Kayanya udah lama, kalau yang mati setahun deh, yang turun setahun, karena ini di luar wewenang kereta api, jadi ini udah lama,” kata Astuti.
Baca Juga: Liput Demo di Tugu Kujang Bogor, Jurnalis Metropolitan Mengaku Dipiting hingga Diminta Hapus Video
Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar eskalator bisa kembali digunakan dan penumpang tak perlu terus berjalan kaki lebih jauh.
“Saya berharap supaya cepet aja, kadang-kadang lelah juga pulang kerja,” tuturnya.
Keluhan penumpang tersebut mendapat respons dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna KRL akibat eskalator yang tak berfungsi.
Bayu mengakui fasilitas di Skybridge Bojonggede itu sudah hampir empat bulan tidak beroperasi. Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana perbaikan dan menargetkan pengerjaan dimulai pekan ini.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pengguna, khususnya pengguna eskalator Skybridge Bojonggede,” ujar Bayu, Rabu (28/10/2026).
Menurut Bayu, perbaikan perlu segera dilakukan, termasuk untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kondisi fasilitas yang rusak.
Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap kondisi skybridge tersebut.






