Di tengah proses investigasi, penanganan terhadap siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan terus dilakukan. Sejumlah siswa sempat menjalani observasi di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Dramaga.
Berdasarkan data yang disampaikan Haidir, sebanyak 40 siswa menjalani observasi di Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.
Hingga pukul 23.42 WIB, Selasa (27/10/2026), sebanyak 13 siswa masih menjalani penanganan medis. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga: KPK Usut Dua Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor, Pemeriksaan Jaro Ade Dijadwalkan Ulang
Sementara itu, Humas RS Karya Bhakti Pratiwi, Yulia Yasmi, mengatakan rumah sakitnya sempat menerima 40 siswa pada Selasa sore. Mereka datang dengan keluhan mual dan gejala yang relatif ringan.
“Saat ini tinggal tujuh orang yang masih menjalani observasi,” jelas Yulia.
Kondisi sejumlah siswa yang terdampak juga dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, mereka masih membutuhkan pemantauan medis sesuai kondisi masing-masing.
Siswa Mengeluh Mual hingga Sesak Napas
Sejumlah siswa menceritakan keluhan yang mereka rasakan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Nur Intan, salah seorang siswa terdampak, mengaku mengalami mual, pusing, hingga sesak napas setelah menyantap makanan tersebut.
“Sekarang sudah agak enak. Kemarin setelah makan MBG, saya merasa mual, pusing, dan sesak napas,” ungkapnya.







Respon (1)