INFOLADISHA – Harga minyak dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Rabu (5/8/2026) setelah sempat tertekan selama dua hari berturut-turut.
Meski kenaikannya masih terbatas, perhatian pelaku pasar kini beralih ke perkembangan hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai bisa menentukan arah pasokan energi global.
Dalam perdagangan terbaru, minyak mentah Brent naik 0,33 persen menjadi US$79,62 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut menguat 0,16 persen ke posisi US$75,90 per barel.
Penguatan ini terjadi setelah Brent kehilangan lebih dari 5 persen pada sesi sebelumnya dan kembali berada di bawah level psikologis US$80 per barel, yang terakhir kali terjadi sejak pertengahan Juli.
Pelaku pasar menilai penurunan harga sebelumnya dipicu meningkatnya ekspektasi terhadap peluang meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: Air Keruh hingga Tekanan Berubah, Warga Bogor Barat Diminta Tampung Air Hari Ini
Jika hubungan kedua negara membaik, pasokan minyak global diperkirakan bisa bertambah sehingga menekan harga.
Di sisi lain, proses negosiasi masih menyisakan banyak tanda tanya.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.





