Petunjuk lain berasal dari rekaman CCTV di sekitar Kantor Kelurahan Cipaku. Kamera merekam sepeda motor tersebut melintas sekitar pukul 18.52 WIB sebelum bergerak ke arah jembatan.
Baca Juga: Kafe di Tanah Sareal Bogor Digerebek Warga, Polisi Amankan 71 Botol Miras
Warga yang ikut melakukan pencarian kemudian menemukan helm dan tas milik Bayu mengapung di sungai.
Sejak itu, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, PMI, Tagana, TNI-Polri, organisasi masyarakat, komunitas serta potensi SAR lainnya.
Tim tidak hanya menyisir lokasi awal. Pencarian juga diarahkan mengikuti aliran Cisadane hingga ke arah bawah Stasiun Batutulis.
Arus Bawah Sungai Menyulitkan Penyelaman
Permukaan sungai yang terlihat tenang ternyata tidak menggambarkan kondisi di bawahnya. Arus di bagian bawah cukup deras, sementara jarak pandang penyelam terbatas.
Kondisi itu membuat pencarian bawah air harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Penyelam juga harus berhadapan dengan material yang menumpuk di dasar sungai.
Dedie mengatakan pencarian tetap dimaksimalkan meski kondisi tersebut membuat proses penyelaman tidak mudah.
“Ini menyelam sampai menggigil. Tapi saya pikir kita harus upayakan maksimal selama tujuh hari,” ujarnya.





