Info Kesehatan

Bukan Lagi Cuma Lansia, Kanker Kini Makin Banyak Menyerang Usia 20–40 Tahun

×

Bukan Lagi Cuma Lansia, Kanker Kini Makin Banyak Menyerang Usia 20–40 Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Pexels)

Faktor Genetik Bisa Menjadi Petunjuk Penting

Selain gaya hidup dan lingkungan, faktor keturunan juga memiliki peran yang tidak bisa diabaikan, terutama pada pasien yang mengalami kanker di usia relatif muda.

Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2, misalnya, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Ada pula Sindrom Lynch yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dan sejumlah jenis kanker lainnya.

Karena itu, riwayat kanker dalam keluarga penting untuk diperhatikan.

Pada orang dengan pola riwayat keluarga tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan atau skrining lebih awal sesuai tingkat risikonya.

Dengan kata lain, berusia muda bukan berarti seseorang otomatis terbebas dari kanker.

Namun, meningkatnya perhatian terhadap early-onset cancer juga bukan alasan untuk hidup dalam ketakutan.

Hal yang lebih penting adalah memahami faktor risiko masing-masing, menjaga berat badan tetap sehat, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari rokok, serta mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga, konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemantauan atau skrining lebih dini.

Pesannya sederhana: kanker memang tidak lagi tepat dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *