INFOLADISHA – Peluang kerja ke luar negeri mulai terbuka bagi warga Kota Bogor yang mengikuti program pelatihan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Dari 30 peserta yang mengikuti program tersebut, lima orang kini memasuki proses penerbitan visa untuk bekerja di Kuwait, Turki, dan Montenegro.
Surat perjanjian kerja bagi kelima peserta diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Plaza Balai Kota Bogor.
Program ini dibiayai sepenuhnya melalui APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026.
Sasarannya adalah warga usia produktif yang ingin mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 5.
Baca Juga: Demo di Depan Istana Bogor, PMII Lempar Tomat Busuk dan Suarakan 5 Tuntutan
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, Adi Novan, mengatakan program tersebut ditujukan bagi warga berusia 18–35 tahun.
Harapannya, pelatihan ini bisa membuka jalan bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sebelum masuk ke tahap penempatan, para peserta harus melewati seleksi dan pelatihan terlebih dahulu.
Seleksi berlangsung pada 8 Mei hingga 8 Juni 2026. Dari proses tersebut, terpilih 30 peserta yang memenuhi persyaratan formal dan substantif.





