Pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan dilakukan dengan metode pengawasan per kelompok di setiap lapak.
Cara ini dinilai lebih efektif untuk memeriksa hewan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Manusia memang gemar menunggu momen mendesak baru panik soal kesehatan.
Baca Juga: Libur Panjang di Kota Bogor Kini Bisa Main Sambil Belajar, Museum Pajajaran Segera Dibuka
Medik Veteriner Madya DKPP Kota Bogor, Patriantariksina mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan mayoritas hewan kurban dalam kondisi sehat.
“Dari sampel yang diperiksa, kondisinya sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” katanya.
Ia menjelaskan indikator kesehatan hewan dilihat dari kondisi fisik seperti gerakan aktif, suhu tubuh normal, tidak cacat, serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit.
Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga H minus 1 Idul Adha.
Di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, petugas telah memetakan lima hingga enam lapak besar yang menjadi prioritas pemeriksaan kesehatan hewan.
DKPP Kota Bogor juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK maupun LSD di wilayah Kota Bogor.
Kondisi tersebut didukung pemantauan rutin yang dilakukan langsung ke kandang peternak di seluruh kecamatan.
Patriantariksina menambahkan pengawasan kesehatan hewan kurban sebenarnya sudah dimulai sejak H minus 10 dan akan terus berlangsung hingga menjelang Idul Adha guna memastikan hewan yang dijual benar benar sehat dan layak dikurbankan.





