Namun, keputusan menjual aset sebaiknya dilakukan setelah mempertimbangkan kebutuhan transportasi dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
5. Siapkan dana darurat sebelum kondisi semakin sulit
Ketidakpastian ekonomi membuat dana darurat menjadi semakin penting.
Risiko kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, hingga kebutuhan mendesak bisa muncul tanpa peringatan. Tanpa cadangan keuangan, seseorang berpotensi kembali mengandalkan utang atau menguras tabungan utama.
Karena itu, dana darurat perlu dibangun secara bertahap.
Jika belum mampu menyisihkan uang dalam jumlah besar, mulailah dari nominal kecil yang tidak mengganggu kebutuhan pokok.
Dana ini sebaiknya disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan dan relatif aman. Tujuannya bukan mengejar keuntungan, melainkan memastikan uang tersedia ketika dibutuhkan.
Dengan memiliki dana darurat, kondisi keuangan diharapkan lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
6. Pertimbangkan investasi untuk menjaga nilai uang
Menabung saja belum tentu cukup untuk menjaga nilai uang dalam jangka panjang, terutama ketika inflasi terus meningkatkan harga barang dan jasa.
Karena itu, setelah kebutuhan pokok, kewajiban utang, dan dana darurat mulai tertata, investasi bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan aset.
Beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan antara lain emas, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN).






