Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Sasa Sofyan Munawar menegaskan Kebun Raya Bogor bukan sekadar taman botani, melainkan laboratorium hidup yang memiliki sejarah panjang dalam konservasi keanekaragaman hayati sejak berdiri pada 1817.
Ia menyebut Kebun Raya Bogor menjadi rumah bagi ribuan koleksi tumbuhan bernilai ilmiah, ekologis, budaya, hingga ekonomi dan termasuk salah satu institusi konservasi tumbuhan tropis terpenting di dunia.
Baca Juga: 35 Halte Baru Biskita Bogor Resmi Aktif, Kini Naik Turun Penumpang Lebih Dekat
Peresmian Taman Araceae juga menjadi simbol sinergi antara BRIN dan PT Mitra Natura Raya sebagai mitra pengelola Kebun Raya Bogor.
Dalam rangkaian acara, dilakukan pula penanaman pohon bersama Pemerintah Kota Bogor sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor menjaga lingkungan hidup.
Kalimat “kolaborasi lintas sektor” memang sering dipakai pejabat di mana mana, tetapi untuk urusan pohon, publik tampaknya masih rela mendengarnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor, Iceu Pujiati mengapresiasi kontribusi Kebun Raya Bogor terhadap sektor pariwisata dan lingkungan di Kota Bogor.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak menilai Kebun Raya Bogor memiliki peran penting dalam mendukung penelitian berbagai tanaman strategis Indonesia, termasuk kelapa sawit dan kina.




