INFOLADISHA – Kenyamanan saat mengendarai sepeda motor tidak hanya ditentukan oleh kondisi mesin.
Sistem suspensi, terutama shockbreaker, juga memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.
Sayangnya, banyak pengendara baru menyadari adanya kerusakan setelah motor mulai terasa tidak nyaman dikendarai.
Padahal, tanda-tanda kerusakan shockbreaker umumnya sudah muncul lebih dulu dan bisa dikenali sejak awal.
Jika dibiarkan, masalah pada shockbreaker bukan hanya mengurangi kenyamanan berkendara.
Kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan motor, mempercepat keausan ban, hingga meningkatkan risiko kecelakaan saat harus melakukan manuver atau pengereman mendadak.
Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami sejumlah gejala yang menunjukkan shockbreaker mulai mengalami masalah.
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya rembesan oli di area shockbreaker.
Kebocoran ini biasanya terjadi karena seal mulai aus akibat usia pakai, paparan panas, debu, maupun air.
Meski terlihat sepele, noda oli sekecil apa pun tidak boleh diabaikan.
Kebocoran yang terus berlangsung akan mengurangi kemampuan shockbreaker dalam meredam guncangan sehingga performanya menurun secara signifikan.
Selain itu, pengendara juga perlu waspada ketika motor mulai terasa oleng atau kurang stabil saat digunakan.





