Info Otomotif

Jangan Abaikan, Ini 6 Tanda Shockbreaker Motor Bermasalah yang Bisa Ganggu Keselamatan

×

Jangan Abaikan, Ini 6 Tanda Shockbreaker Motor Bermasalah yang Bisa Ganggu Keselamatan

Sebarkan artikel ini

Bahkan di jalan yang relatif rata, bagian belakang motor bisa terasa bergoyang dan tidak seimbang.

Dalam beberapa kasus, tinggi kendaraan juga tampak lebih rendah dari biasanya karena kemampuan suspensi menopang beban sudah berkurang.

Gejala lainnya adalah munculnya getaran berlebih pada stang maupun bodi motor.

Saat shockbreaker tidak bekerja optimal, guncangan dari permukaan jalan akan lebih banyak diteruskan ke pengendara sehingga perjalanan terasa kurang nyaman.

Tanda berikutnya yang sering muncul adalah suara tidak wajar dari area suspensi.

Bunyi seperti “dok”, “dek”, decitan, atau dentingan saat melewati lubang dan polisi tidur dapat menjadi indikasi adanya komponen yang aus atau longgar.

Shockbreaker yang masih dalam kondisi baik umumnya bekerja dengan suara yang halus dan nyaris tidak terdengar.

Kerusakan suspensi juga bisa terlihat dari kondisi ban.

Ketika tekanan dan distribusi beban tidak merata, sebagian permukaan ban akan terkikis lebih cepat dibandingkan area lainnya.

Pola keausan yang tidak normal ini sering kali menjadi petunjuk bahwa shockbreaker sudah tidak mampu bekerja secara maksimal.

Selain itu, motor yang terasa terlalu memantul saat melewati jalan bergelombang juga patut dicurigai.

Shockbreaker yang kehilangan daya redam biasanya membuat kendaraan berayun lebih lama setelah menerima guncangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *