Bagian Top Skills juga perlu diperhatikan karena keterampilan yang dicantumkan dapat memperjelas kemampuan utama pemilik profil.
Jika kesulitan menyusun ringkasan, alat kecerdasan buatan (AI) bisa digunakan untuk membantu membuat draf awal.
Meski begitu, hasilnya perlu disunting kembali agar sesuai dengan pengalaman pribadi dan tidak memuat informasi yang keliru.
4. Buat pengalaman kerja mudah dipahami
Riwayat pekerjaan yang terlalu panjang dan dipenuhi uraian umum dapat membuat informasi penting sulit ditemukan.
Karena itu, deskripsi pengalaman kerja sebaiknya disusun secara ringkas dengan menonjolkan nama perusahaan, jabatan, periode bekerja, serta keterampilan yang benar-benar digunakan.
Pilih pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang dituju. Dengan begitu, rekruter dapat lebih mudah memahami latar belakang profesional pelamar tanpa harus membaca uraian yang bertele-tele.
Penyesuaian tetap perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan. Pengalaman yang relevan untuk posisi manajerial, misalnya, belum tentu menjadi informasi utama yang dibutuhkan untuk pekerjaan teknis.
5. Lengkapi pendidikan dan keterampilan
Informasi pendidikan dan keahlian membantu rekruter menilai kesesuaian kandidat dengan persyaratan pekerjaan.
LinkedIn memungkinkan pengguna mencantumkan hingga 100 keterampilan. Namun, bukan berarti semua kolom harus diisi tanpa mempertimbangkan relevansinya.






