“Tidak perlu dipagar pagar, tidak perlu ditutup tutup, tetapi ini bagian yang terintegrasi antara SMA 10 dengan lapangan olahraga,” lanjutnya.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Soroti Hotel Prima Katulampa, Diduga Berdiri Tanpa Izin di Zona Permukiman
Selain integrasi dengan sekolah, Dedie meminta pembangunan tetap memperhatikan aspirasi warga sekitar.
Kawasan itu nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan siswa SMA Negeri 10 sekaligus terbuka bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.
Pembangunan tahap pertama sebelumnya telah menyelesaikan lapangan utama.
Pada tahap kedua, Pemkot Bogor akan menambah sejumlah fasilitas penunjang mulai dari jogging track, taman, tribun penonton, penerangan, area parkir hingga akses menuju Tempat Pemakaman Umum yang berada di sekitar lokasi.
“Masih ada jogging track, masih ada taman, masih ada tribun, lampu lampu, termasuk juga jalur untuk akses ke TPU karena ini bersebelahan dengan TPU,” jelas Dedie.
Ia juga sempat meninjau kondisi SMA Negeri 10 Kota Bogor dan menilai sekolah tersebut belum memiliki lapangan olahraga yang representatif.
Karena itu, keberadaan Lapangan Taman Yasmin diharapkan dapat menjadi fasilitas bersama yang terbuka dan bermanfaat bagi banyak pihak.
“Kalau kemudian dibatas batasin pakai pagar, buat siapa ini lapangan? Kan buat anak anak sekolah, buat kita semua, buat warga. Jadi ini kita integrasikan, tujuannya untuk kebersamaan,” ucapnya.





