Meski demikian, risiko tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membunyikan leher. Cedera atau tekanan tertentu pada leher juga dapat menjadi pemicunya.
Lebih Baik Redakan Pegal dengan Cara yang Lebih Aman
Jika leher terasa kaku, tujuan utamanya seharusnya bukan membuat persendian berbunyi, melainkan mengurangi ketegangan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
Peregangan ringan dapat menjadi salah satu pilihan. Selain itu, posisi duduk juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang menghabiskan banyak waktu dalam posisi yang sama.
Aktivitas fisik secara rutin dan mengurangi ketegangan otot juga dapat membantu menjaga kondisi leher.
Yang sebaiknya dihindari adalah memutar, menarik, atau menekan leher dengan kuat hanya demi mendapatkan sensasi “krek”.
Jangan Abaikan Gejala Setelah Leher Digeraakkan
Hal yang lebih penting untuk diketahui adalah tanda-tanda yang muncul setelah leher mengalami gerakan atau tekanan.
Gangguan mendadak seperti wajah menjadi tidak simetris, salah satu sisi tubuh terasa lemah atau mati rasa, serta bicara mendadak tidak jelas merupakan gejala yang perlu segera mendapatkan pertolongan medis.
Jangan menunggu gejala tersebut hilang sendiri. Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar apakah leher boleh berbunyi atau tidak.




