BeritaBogor

Pajak Air Tanah Kabupaten Bogor Naik 120 Persen, Pengusaha Kecil Mulai Hitung Ulang Nasib Usaha

×

Pajak Air Tanah Kabupaten Bogor Naik 120 Persen, Pengusaha Kecil Mulai Hitung Ulang Nasib Usaha

Sebarkan artikel ini

Baca Juga: Leher Sering Dibunyikan sampai ‘Krek’? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Stroke

Masalahnya, ruang untuk menaikkan harga jual tidak banyak. Produk telur asin miliknya saat ini dijual sekitar Rp5.000 per butir kepada konsumen eceran.

Untuk reseller, harganya berkisar Rp3.500-Rp4.000 per butir, tergantung wilayah pemasaran.

Jika biaya produksi meningkat, pengusaha menghadapi pilihan yang sama-sama tidak mudah: menaikkan harga atau menerima penurunan margin.

“Kalau bisa tarif PAT jangan naik,” kata Nur.

Menurut dia, kondisi pasar juga belum sepenuhnya mendukung kenaikan harga. Penjualan telur asin yang dijalankannya disebut sudah lebih sulit dibanding beberapa tahun lalu.

Bahkan, volume penjualan yang sebelumnya masih dapat mencapai sekitar 300 butir per hari saat kondisi sepi kini disebut semakin sulit dicapai.

Laundry juga kena imbas

Tekanan serupa dirasakan Murti (48), pemilik usaha laundry kiloan di Cibinong.

Selama belasan tahun menjalankan usaha, Murti mengandalkan air sumur untuk kebutuhan operasional.

Karakter bisnis laundry yang membutuhkan air dalam jumlah besar membuat perubahan tarif langsung terasa dalam perhitungan biaya usaha.

Murti menyebut tarif yang sebelumnya sekitar Rp1.500 per meter kubik kini menjadi sekitar Rp3.500 per meter kubik yang ia bayarkan.

“Belum lagi debit air yang dipakai dikalikan tarif baru itu, kita punya tiga titik sumur,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *