Kebutuhan anggarannya masuk dalam pembahasan alokasi Buy The Service (BTS) di RAPBD 2027 yang mencapai Rp45,8 miliar.
Namun, pengembangan layanan bukan satu-satunya perubahan yang sedang dipertimbangkan.
Pemkot juga mengkaji kemungkinan mengelola Koridor 2 Ciawi-Bubulak secara mandiri.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, koridor tersebut menjadi salah satu layanan yang diusulkan untuk menggunakan skema pengelolaan mandiri. Adapun skema bagi koridor lain masih dalam perhitungan.
“Yang pasti, koridor Ciawi, yaitu Ciawi-Bubulak, itu salah satu yang diusulkan untuk dikelola secara mandiri. Kalau yang lain masih dihitung,” kata Dedie saat diwawancarai pada 14 Oktober 2026.
Skema ini memungkinkan adanya perbedaan tarif dibandingkan layanan yang selama ini mendapat subsidi.
Meski demikian, besaran tarif belum diputuskan karena pemerintah masih perlu mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan masyarakat untuk membayar.
Pemkot juga membuka kemungkinan penggunaan operator berbeda. Keputusan mengenai pengelolaan selanjutnya akan berjalan bersamaan dengan proses pengadaan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian Pemkot Bogor adalah kesinambungan operasional Biskita.
Pemerintah berupaya agar layanan tetap berjalan pada 2027 tanpa jeda seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya akibat ketidakjelasan anggaran.





