Meski begitu, para ahli menegaskan hasil penelitian ini tidak bisa dijadikan kesimpulan mutlak bahwa keju adalah penyebab langsung kanker payudara.
Baca Juga: Mau Beli Motor Matic Bekas? Kenali Ciri CVT Bermasalah Tanpa Harus Bongkar
Petugas Kesehatan Masyarakat Senior di Breast Cancer Now, Manveet Basra, mengatakan hubungan antara pola makan dan kanker masih sangat kompleks.
“Meskipun demikian, hubungan antara diet atau makanan tertentu dengan kanker payudara masih belum jelas,” ujarnya.
Dalam studi yang sama, peneliti juga menemukan hasil berbeda pada yogurt.
Konsumsi yogurt rutin justru dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hingga 30 persen karena kandungan probiotiknya dinilai membantu menjaga sistem imun dan kesehatan pencernaan.
Pandangan serupa juga datang dari epidemiolog Universitas Harvard, Dr. Walter C. Willett.
Ia menilai hubungan makanan tertentu dengan kanker sering kali terlalu disederhanakan.
Menurutnya, faktor genetik, lingkungan, gaya hidup, aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibanding satu jenis makanan tertentu.
Ia juga menegaskan bahwa penelitian tentang hubungan diet dan kanker masih terus berkembang dan belum menghasilkan jawaban hitam putih.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat tidak langsung takut mengonsumsi keju.





